ini merupakan sebuah notes yang dibuat oleh sahabat gw yang bernama Puspita Nuari,
notes itu berisi tentang pengalamannya bersama gw.. hhe.. gw bermaksud copas ke blog gw..
fna
Memori 4: Antara Aku dan Finrukjebelingpakababe
Pengin ketawa dulu ah sebelum mulai.
*ngakak guling-guling*
Oke, jadi begini ceritanya.
*
Awal aku kenal dia itu karena tempat pensilku sama kayak punya dia.
Aku nggak tahu apa dia punya pikiran “Ih, ikut-ikutan aja.”
Yang jelas, aku pernah berpikir lebih parah: “Ih, ngambil punya orang!”
*
Ya enggaklah.
Kalau begitu ceritanya,
sekarang aku sama dia malah jadi musuh bebuyutan dong.
*
Soal tempat pensil kembar itu memang benar,
tapi ada lagi yang lebih berkesan:
dia dan temanku yang seorang lagi (Kartika)
berebut pengin duduk semeja denganku.
(Ampun, Mbak! Jangan timpuk saya!)
*
Oke, sepertinya sekali lagi terjadi kesalahpahaman (T.T)
*
Jadi begini,
waktu itu aku duduk sama Kartika,
terus Fina minta tukeran,
tapi Kartika nggak mau.
Nah, kalau begitu ceritanya,
berarti mereka berebut mau duduk semeja denganku kan?
(Lagi: jangan timpuk saya! Selesaikan saja secara kekeluargaan!)
*
Ah, sudahlah. Lupakan soal itu.
Mari kita lanjut ke soal berikutnya.
*
Entah sejak kapan, aku dan dia jadi sering bareng-bareng.
Pulang bareng, ke Tomang bareng, ke Sektor bareng,
ke perpus bareng, ke kantin bareng, ke WC juga bareng….
(Yang terakhir itu kayaknya nggak penting untuk dibaca deh, hehe)
Pokoknya sering ke mana-mana bareng deh!
*
Kalau ke Tomang, kami pasti ke Toko Buku Kharisma.
Kalau ke Sektor, dia pasti pesan CD lagu bajakan.
Kalau ke WC, kami pasti buang air kecil atau cuci tangan….
(Ya iyalah! Mana ada orang jualan Momogi di WC?)
*
Yang perlu diingat:
PERGI KE WARNET BERSAMA PITA = HARI NAAS FINA
*
Yap, itu betul (banget).
Kalau kami ke warnet bareng, pasti ada saja gangguannya.
Bisa warnetnya penuh.
atau Lola (Loading lama)
atau “cannot find server”
atau mousenya ngadat
atau MIRC-nya nge-hank
atau warnetnya panas (apa benar aku bisa menyerap dinginnya AC?)
atau kursinya nggak nyaman, atau Mas yang jaga warnetnya galak
atau warnetnya tutup (padahal aku udah ngotot tu warnet pasti buka)
Yah, bisa-bisanya kamu aja deh, Fin,
mau nuduh aku bawa sial apa lagi, hehe.
*
Tidak cuma soal warnet, rupanya aku juga
jadi perusak “hal” yang berharga baginya.
*
Dia pernah minta tolong aku untuk fotoin dia bersama Kak O*ta (atau kak siapa ya?).
Sebagai sahabat yang baik, ya aku bersedia dong.
Aku ambil kamera nondigitalnya yang bermerk Nikon itu,
tapi terus tiba-tiba aku dilema: lepas kacamata atau tidak ya?
Kalau pakai kacamata, nanti lensaku dan lensa kameranya menempel (nggak nyaman),
tapi kalau tidak pakai, objeknya jadi nggak fokus.
*
Pada saat itulah aku membuat kesalahan.
Aku memutuskan untuk lepas kacamata, dengan pikiran
“ah, nanti juga otomatis fokus kali pas dicuci cetak.”
Aku fotolah dia dan Kakak-yang-aku-lupa-siapa itu sampai dua atau tiga kali.
Dalam hati aku merasa gembira karena telah melakukan satu kebaikan.
*
Tapi kenyataan beberapa bulan kemudian mengatakan sebaliknya.
Fina: “Pita, foto yang waktu itu….”
Aku: (dalam hati: pasti dia mau bilang makasi karena hasilnya oke banget.
Nggak usah, Fin. Aku ikhlas kok! Ridho!) “Mana? Coba liat.”
*
Siiing
*
Beberapa detik berlalu, aku cuma bisa bengong sambil bingung.
Aku: (bersiap kabur) “Fin.. maaf.. fotonya.. burem..”
*
Sumpah.
Foto-foto hasil jepretanku lebih parah dari foto hasil jepretan Mio di Fatal Frame!
Maksudku, kalau yang di Fatal Frame, bentuk hantunya aja masih kelihatan,
sedangkan ini? Bentuknya sama kayak adonan kue yang habis di-mixer.
*
Yah, untungnya dia adalah seorang yang pemaaf,
jadi aku batal masuk koran dengan tajuk:
“Karena Tiga Lembar Foto, Seorang Pelajar SMP Tewas Di-mixer Sahabatnya”
*
Baiklah. Kita beralih ke soal berikutnya: Surat Geje.
*
Mm, dulu, aku dan dia sering melakukan barter.
Aku pinjam komiknya, dia pinjam kasetku.
Atau sebaliknya.
Atau pertukaran benda lainnya.
Nah, setiap mengembalikan, biasanya kami menyertakan surat (geje).
*
Berikut ini salah satu contoh Surat Geje dariku untuk dia.
*
Na, apa kabar?
Kamu baik-baik aja kan di sana?
Gimana dengan nilai UTS kemarin?
*
(T.T Sebentar. Rasanya ini tertukar dengan isi buku harianku)
*
Kuulang. Kali ini beneran. Yang dicetak miring itu respon dari dia.
……………………………………………………….
Penting!
*
Fin, ini kertas warnanya. siapa bilang ini kertas roti?
Sorry banget, warna merahnya gak ada …. udah tau
Soalnya udah diabisin Rini untuk bikin angsa-angsaan
waktu 17 Agustusan kelas 1 SMP. ga’ nanya
Sorry ya …. ogah ah maafin lo!
Nggak pa pa kan? nggak! gw marah!
*
Insiden air (ada tetesan air karena aku baru keramas)
*
(Fina gambar orang berkacamata, seolah mencari tetesan air itu,
ini yang bikin aku ngakak setiap melihatnya)
Terus ada tulisannya:
mana? kok ga’ liat?
Di manakah air itu?
(Doeng. Aku lupa kalau kertas bisa menyerap air….)
*
Di halaman depan kertas itu, Fina nulis:
*
Ternyata lo cerewet juga ya! Tiap barang dikomentarin!
*
…………………………………………………………
*
Yah begitulah sedikit tentang
antara aku dan Finrukjebelingpakababe (Jangan tanya kepanjangannya! Jangan!)
*
p.s. Fin, lo harus liat surat-surat geje kita dulu! (Di gw ada beberapa)
Wakaka.
,
,
,
,
HAHA..
Gila salut banget buat Pita karena ingatannya sangat kuat, gw lupa pernah bilang dia cerewet, gw bahkan lupa kalo tempat pinsil kita pernah sama..
hehe, tapi gw masih inget memori-memori yang lain kok.. ^ ^
thx yah pita udah menulis khusus buat gw, kapan kapan gw juga nulisa tentang lo..
oia, tentang kak O*t* itu gilaa.. udah lama banget.. apa kabar ya dia? jangan jangan udah nikah T_T